Kelas Keris dan Status Keris di Masyarakat Perkerisan

0 2.488

Mungkin awalnya sebuah keris hanyalah sebuah senjata tikam atau sabet. Tetapi kemudian orang membuat keris memiliki kegaiban di dalamnya, menjadi senjata yang berbeda dengan jenis senjata lain, memiliki suatu kegaiban sebagai senjata tarung sekaligus sebagai alat keselamatan dari serangan gaib.

Seiring perkembangan jaman, di pulau Jawa khususnya, pada jamannya, sebuah keris menjadi lambang derajat pemiliknya, lebih dari sekedar senjata perang / tarung. Dibuat khusus oleh empu pembuatnya untuk si pemilik. Fisik keris, kegaiban / tuah dan tingkat kesaktiannya oleh si empu disesuaikan dengan kondisi si pemesan sesuai batas kemampuan si empu. Keris juga tidak ditampilkan sebagai alat kegagahan, karena dibawa dengan diselipkan di belakang pinggang. Bila keris hanya menjadi sebuah senjata tarung atau senjata tikam, tidak mungkin keris akan dibuat sangat indah bentuknya atau beraksesoris mewah, bila akhirnya hanya akan menjadi sebuah senjata yang berlumuran darah.

Pada awalnya, di tanah jawa (jawa tengah dan jawa timur) keris diciptakan hanya untuk memberikan tuah perlindungan gaib, kesaktian, kekuasaan dan wibawa. Keris adalah suatu benda yang menjadi kebanggaan masyarakat pada umumnya dan juga menjadi lambang status / derajat pemiliknya. Keris menjadi “keharusan” untuk dimiliki oleh para pejabat, baik raja, keluarga kerajaan atau bangsawan, orang-orang kaya, para senopati sampai prajurit  (prajurit biasanya menggunakan jenis tombak), adipati / bupati sampai lurah desa. Di kalangan masyarakat umum-pun hampir semua orang laki-laki ingin memiliki keris, terutama mereka yang memiliki ilmu beladiri dan orang-orang tua yang menghayati spiritual kejawen.

Di pulau Jawa khususnya, pada jamannya, keris merupakan lambang derajat pemiliknya, lebih daripada sekedar sebuah senjata perang / tarung. Ada aturan-aturan yang harus dipatuhi di masyarakat tentang cara mengenakan keris dan jenis-jenis keris yang boleh dimiliki oleh seseorang. Seorang rakyat biasa tidak boleh mengenakan keris yang diperuntukkan untuk seorang lurah. Seorang lurah tidak boleh mengenakan keris yang diperuntukkan untuk seorang bupati. Seorang senopati tidak boleh mengenakan keris yang diperuntukkan untuk seorang raja. Seorang raja juga tidak boleh mengenakan keris yang diperuntukkan untuk seorang senopati.

Kehormatan pribadi seseorang bukan hanya ditentukan oleh status keningratan atau jabatan, kemewahan atau kekayaan, tetapi terutama juga adalah kepantasannya dalam berperilaku dan berpenampilan, kepantasannya dalam mengenakan busana dan pusaka, dan kepantasannya dalam menempatkan diri dalam pergaulan dan di masyarakat, sesuai derajatnya masing-masing.

Mengenai kelengkapan dan kemewahan hiasan / perabot keris adalah tergantung pada akan diberikan kepada siapa keris itu nantinya, tergantung pada status pribadi si pemilik keris di masyarakat. Selain kesanggupan untuk membayar biaya pembuatan keris, status pribadi itulah yang menentukan kepantasan keris yang akan dikenakan. Semakin tinggi status kedudukan sang pemilik keris, maka akan semakin lengkap dan mewah hiasan kerisnya.

Sesuai status pemiliknya di masyarakat, keris mempunyai status dan kelas sendiri-sendiri sebagai berikut :

1. Keris Raja.

Keris raja ada 3 macam, yaitu :

– keris yang menjadi pegangan sang raja sehari-hari (bersifat pribadi dan dipakai oleh sang raja sehari-

  hari).

– keris yang merupakan keharusan untuk dimiliki oleh seorang raja (biasanya dikenakan dalam upacara-

  upacara kerajaan).

– keris yang diberikan / dipersembahkan oleh orang lain kepada raja. Selain yang sehari-hari dipakai oleh sang raja, keris-keris lainnya disimpan dalam ruangan pusaka kerajaan.

2. Keris Pusaka Kerajaan. Yaitu keris yang menjadi lambang kekuasaan dan kebesaran sebuah kerajaan atau yang oleh pemerintahan kerajaan diandalkan untuk mengamankan kerajaan dari gangguan kerusuhan, pemberontakan atau serangan gaib. Keris-keris jenis ini biasanya disimpan di dalam ruang pusaka kerajaan dan tempatnya disendirikan terpisah dari pusaka-pusaka yang lain dan baru akan dikeluarkan bila ada upacara-upacara kerajaan atau bila terjadi situasi yang mendesak dan berbahaya. Pusaka sejenis tombak dan payung kebesaran, yang juga merupakan lambang kebesaran sebuah kerajaan, biasanya diletakkan berdiri di belakang singgasana raja.

Dalam kategori pusaka kerajaan ini termasuk juga, sesuai tingkatannya, pusaka-pusaka yang menjadi lambang kekuasaan dan kebesaran dari sebuah kadipaten atau kabupaten.

Contohnya adalah keris Nagasasra dan keris Sabuk Inten, sepasang keris yang dijadikan lambang kebesaran kerajaan Majapahit. Sepasang keris ini, menurut sejarahnya, juga pernah digunakan untuk membersihkan wilayah kerajaan Majapahit pada saat terjadi wabah penyakit sampar yang menyerang rakyatnya.

Contoh lainnya adalah pusaka Bende Mataram yang digunakan oleh kerajaan Mataram (Panembahan Senopati) untuk menaikkan semangat tempur prajurit Mataram, tetapi sekaligus merusak psikologis prajurit musuh, pada saat berperang melawan prajurit kerajaan Pajang (Sultan Adiwijaya).

3. Keris keluarga kerajaan / bangsawan, bupati / adipati. Jenis ini adalah keris-keris yang memiliki tanda / bentuk tersendiri sesuai statusnya. Contohnya adalah keris ber luk lima dan keris Singa Barong.

Jenis keris ber luk lima, keris pulanggeni atau keris pandawa, dan keris Singa Barong, hanya boleh dimiliki oleh raja, keluarga raja / bangsawan, bupati dan adipati. Selain mereka, bahkan para menteri kerajaan, panglima, senopati dan prajurit, demang dan lurah, yang tidak memiliki garis kebangsawanan dan bukan kerabat kerajaan, tidak boleh memilikinya, apalagi rakyat biasa.

4. Keris untuk menteri dan pejabat kerajaan, panglima, senopati dan prajurit. Keris-keris ini memiliki tanda khusus yang melambangkan status mereka di kerajaan dan biasanya memiliki hiasan-hiasan yang melambangkan derajat mereka.

5. Keris untuk orang-orang kaya (yang bukan kerabat kerajaan), demang dan lurah. Biasanya memiliki hiasan-hiasan yang melambangkan derajat mereka.

6. Keris milik seorang panembahan dan keris milik seorang raja atau keluarga raja yang sudah mandito  (meninggalkan keduniawian), biasanya ber-luk 7 atau 9.

7. Keris untuk ksatria dan rakyat biasa.Biasanya tidak memiliki hiasan-hiasan yang mewah, sesuai budaya dan kebiasaan mereka untuk merendahkan hati.

Keris yang khusus dibuat untuk para ksatria, pesilat dan pendekar dunia persilatan biasanya sederhana bentuknya, dan tidak menunjukkan kesan angker, tetapi memiliki kesaktian gaib yang tinggi dan mengandung energi gaib yang tajam. Keris-keris jenis ini biasanya aktif berinteraksi dengan kebatinan pemiliknya, walaupun kerisnya tidak dikeluarkan dari sarungnya.

Keris untuk rakyat biasa, sesuai pemiliknya, biasanya tuah utama keris-keris tersebut bukan untuk kesaktian, tetapi untuk perlindungan gaib, ketentraman keluarga, kerejekian dan kesuburan. Keris untuk rakyat biasa biasanya pembuatannya dilakukan secara masal oleh sang empu, karena tidak bersifat pesanan khusus, dan yang melakukan penempaannya adalah para cantrik-cantriknya.

Sesuai jenis keris-keris tersebut di atas, para empu pembuatnya pun terbagi-bagi sesuai kelasnya masing-masing yang diterima dan diakui di masyarakat dan di lingkungan perkerisan, yaitu empu kerajaan, empu kelas menengah dan empu desa.

Pada masa sekarang banyak keris yang sudah diganti ganja-nya. Ganja keris adalah bagian keris yang walaupun kerisnya berada di dalam sarungnya, bagian itu kelihatan dari luar, karena posisinya berada dekat dengan gagang pegangan keris. Orang-orang biasa atau rakyat umum yang memiliki keris bersalut emas, yang didapat sebagai warisan dari pendahulunya, yang merasa kondisi kerisnya tidak sesuai dengan statusnya di masyarakat, banyak yang mengganti ganja kerisnya, yang semula berlapis emas diganti dengan yang biasa tidak berlapis emas, sehingga tidak kelihatan lagi kemewahannya. Selain itu juga banyak orang yang mengganti ganja kerisnya, yang semula biasa saja tidak berlapis emas diganti dengan yang berlapis emas, sehingga kerisnya akan tampak lebih mewah dan keren.

Source Status Keris dan Kelas Keris di Masyarakat Perkerisan
Comments
Loading...