Sejarah Kerajaan Kanjuruhan

0 1.434

Kanjuruhan adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu di Jawa Timur, yang pusatnya berada di dekat Kota Malang sekarang. Kanjuruhan diduga telah berdiri pada abad ke-8 Masehi (masih sezaman dengan Kerajaan Taruma di sekitar Bekasi dan Bogor sekarang). Bukti tertulis mengenai kerajaan ini adalah Prasasti Dinoyo. Rajanya yang terkenal adalah Gajayana. Peninggalan lainnya adalah Candi Badut dan Candi Wurung.

Asal Usul Kerajaan Kanjuruhan

Kerajaan Kanjuruhan memiliki lokasi yang berbeda dengan kerajaan-kerajaan lain, yakni lokasinya tidak pada jalur perdagangan laut maupun pantai. Lokasi Kerajaan berada di lembah sungai Metro dan sungai Brantas, serta berada di lereng G. Kawi. Lokasi ini tentunya sangat jauh dari perdagangan laut. Kenapa memilih lokasi tersebut? Karena lokasi tersebut merupakan tempat yang cocok untuk perekonomian bidang agraris. Aktivitas yang semakin berkembang di daerah tersebut kemudian membuat munculnya pemerintahan.
Asal usul masyarakatnya pun merupakan hasil dari penyebaran Agama dan kebudayaan Hindu-Budha. Penyebaran ternyata tidak hanya ke Jawa Barat dan Tengah saja, melainkan sampai ke daerah Jawa Timur. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya beberapa peninggalan Kerajaan Kanjuruhan yang berupa prasasti, candi dan peninggalan lainnya.
Sejarah Kerajaan Kanjuruhan dibuktikan dengan penemuan Prasasti Diyono. Prasasti ini memiliki angka tahun 760 Masehi. Pada prasasti ini disebutkan mengenai raja dengan nama Dewa Singa yang memerintah keraton sangat besar dan keraton tersebut di sucikan dengan api Sang Siwa. Dewa Singa kemudian mempunyai putra yang kemudian menggantikan ayahnya untuk memerintah kerajaan dan menjadi raja dengan gelar Gajayana.

Saat raja Gajayana memerintah kerajaan Kanjuruhan, membuat kerajaan berkembang baik dan pesat. Perkembangan terjadi pada beberapa bidang, yaitu bidang budaya, ekonomi dan sosial. Rakyat hidup dengan aman dan merasa dilindungi oleh Gajayana. Sementara itu, Kerajaan Kanjuruhan memiliki wilayah kekuasaan yang terdiri dari daerah lereng barat sampai lereng timur Gunung Kawi serta daerah di sekitar pesisir laut Jawa. Kehidupan masyarakat benar-benar aman dan tentram. Hal ini karena raja selalu menghukum bagi setiap yang melanggar ketentuan yang sudah berlaku. Hal tersebut membuat tidak adanya aktivitas perampokan dan pencurian.

Kerajaan Kanjuruhan memiliki pewaris selanjutnya setelah pemerintahan raja Gajayana berakhir. Pewaris tersebut adalah anak dari Gajayana yang bernama Uttejana. Pada masa selanjutnya, Uttejana bersama dengan suaminya memerintah Kerajaan Kanjuruhan. Mereka berdua memerintah Kerajaan Kanjuruhan dengan sangat adil. Hal tersebut membuat rakyat kanjuruhan semaik mencintai raja-rajanya. Semua raja dari keturunan Dewa Singa yang memerintah Kerajaan Kanjuruhan, terkenal dengan keadilan, kemurahan hati dan kebijaksanaannya.

Kehidupan Politik Kerajaan Kanjuruhan

Pada saat itu, salah satu kerajaan besar yang pusatnya berada di Jawa Tengah yakni Kerajaan Mataram Kuno melakukan perluasan kedaerah di Jawa Timur. Dari perluasan tersebut, tetapi tidak ditemukan mengenai bukti penaklukan Kerajaan Kanjuruhan. Perluasan wilayah Mataram membuat Kerajaan Kanjuruhan menjadi di bawah kekuasaan kerajaan tersebut. Kerajaan Kanjuruhan tetap memerintah di daerah kekuasaannya, tetapi harus melapor ke pemerintah pusat yakni Kerajaan Mataram Kuno. Asal muasal kata Kanjuruhan sendiri merupakan dari kata Kanuruhan yang berarti “penguasa daerah”. Akibat menjadi daerah kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno, kekuasaan raja Kanjuruhan tidak seluas saat kerajaan ini pertama kali didirikan. Kekuasaan Kerajaan kanjuruhan hanya daerah yang berada di lereng bagian Timur G. Kawi.

Daerah kekuasaan raja berdasarkan isi prasasti yang ditemukan meliputi panawijyan, Tugaran, Balingawan, Kabalon, Bunulrejo, Turyan dan daerah Malang bagian barat yakni Merjosari, Karuman, Wurandunga Ketawanggede dan Diyono. Selain menguasai daerah kekuasaan, raja Kerajaan Kanjuruhan juga memiliki posisi penting dalam pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno, yaitu sebagai pengurus administrasi dan jabatan tersebut berlangsung sampai masa berikutnya yaitu zaman Kerajaan Majapahit yang kemudian berkembang sangat pesat.

Kekuasaan Rakryan Kanjuruhan

Daerah kekuasaan Rakryan Kanuruhan watak Kanuruhan. Watak adalah suatu wilayah yang luas, yang membawahi berpuluh-puluh wanua (desa). Jadi mungkin daerah watak itu dapat ditentukan hampir sama setingkat kabupaten. Dengan demikian Watak Kanuruhan membawahi wanua-wanua (desa-desa) yang terhampar seluas lereng sebelah timur Gunung Kawi sampai lereng barat Pegunungan Tengger-Semeru ke selatan hingga pantai selatan Pulau Jawa.

Dari sekian data nama-nama desa (wanua) yang berada di wilayah (watak) Kanuruhan menurut sumber tertulis berupa prasasti yang ditemukan disekitar Malang adalah sebagai berikut :

  1. Daerah Balingawan (sekarang Desa Mangliawan Kecamatan Pakis),
  2. Daerah Turryan (sekarang Desa Turen Kecamatan Turen),
  3. Daerah Tugaran (sekarang Dukuh Tegaron Kelurahan Lesanpuro),
  4. Daerah Kabalon (sekarang Dukuh Kabalon Cemarakandang),
  5. Daerah Panawijyan (sekarang Kelurahan Palowijen Kecamatan Blimbing),
  6. Daerah Bunulrejo (yang dulu bukan bernama Desa Bunulrejo pada zaman Kerajaan Kanuruhan) dan daerah-daerah di sekitar Malang barat seperti : Wurandungan (sekarang Dukuh Kelandungan – Landungsari), Karuman, Merjosari, Dinoyo, Ketawanggede, yang di dalam beberapa prasasti disebut-sebut sebagai daerah tempat gugusan kahyangan (bangunan candi) di dalam wilayah/kota Kanuruhan.

Demikianlah daerah-daerah yang menjadi wilayah kekuasaan Rakryan Kanuruhan. Dapat dikatakan mulai dari daerah Landungsari (barat), Palowijen (utara), Pakis (timur), Turen (selatan). Keistimewaan pejabat Rakryan Kanuruhan ini disamping berkuasa di daerahnya sendiri, juga menduduki jabatan penting dalam pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno sejak zaman Raja Balitung, yaitu sebagai pejabat yang mengurusi urusan administrasi kerajaan. Jabatan ini berlangsung sampai zaman Kerajaan Majapahit. Begitulah sekilas tentang Rakryan Kanuruhan. Penguasa di daerah tetapi dapat berperan di dalam struktur pemerintahan kerajaan pusat, yang tidak pernah dilakukan oleh pejabat (Rakyan) yang lainnya, dalam sejarah Kerajaan Mataram Kuno pada masa lampau.

Source Kerajaan Kanjuruhan Sejarah Kerajaan Kanjuruhan Lengkap Rangkuman Materi
Comments
Loading...