Pemahaman Dasar Tentang Keris Pusaka

0 857

Pada jaman sekarang banyak keris pusaka yang hawa aura mistisnya sudah redup, sudah dingin / adem / anyeb, mirip seperti keris kosong tak berpenghuni gaib. Hawa aura gaibnya sudah menurun atau kerisnya pasif tidak memberikan tuahnya, terpengaruh perkembangan jaman dimana keberadaan keris sudah mulai diabaikan, tetapi kekuatan aura keris-keris tersebut akan terasa kembali ketika sudah menyatu dengan seorang pemilik yang sesuai dan di minyaki dengan cara kusus dan di bacakan mantra mantra kusus juga.

Selama masih ada jarak antara kebatinan si manusia dengan kerisnya, maka keberadaan keris itu tidak akan banyak berarti. Tuah-nya pun mungkin tidak akan dirasakan. Bagi anda yang memiliki atau menyimpan keris pusaka sebaiknya memiliki dan mengetahui pengetahuan tentang tatacara mantra dan pemakaian keris, pemeliharaan keris, sebagai sarana piranti dan sebagainya, jangan hanya sekedar asal memiliki, memahari menyimpan atau memakainya, supaya tidak terbawa-bawa cerita tentang mistis keris atau pun mengkultuskan kegaiban keris, supaya keris tidak dimusuhi orang yang iri.

Pada saat ini banyak orang baru belajar agama, baru sedikit pemahaman ilmunya menganggap punya keris itu musrik menjadi pemuja setan atau yg lain-lain. karena memang cerita mistisnya begitu memikat jiwa, atau justru keris dijadikan sebagai suatu bentuk pemujaan.itu tidak benar, yang benar adalah keris itu bertuah karena doa dari orang orang suci yang dekat kepada Tuhan yang maha kuwasa.

Secara umum tujuan keris dibuat dimaksudkan dengan cara penyatuan / pendampingannya masing-masing keris-keris itu akan memberikan tuahnya kepada si manusia, dan untuk hasil kegaiban yang maksimal dalam penyatuan itu dibutuhkan adanya penyatuan kebatinan si manusia dengan kerisnya (ada interaksi batin) dengan puja doa dan mantra yang kusus.

Sifat kejiwaan keris pusaka sama seperti orang tua yang memomong dan menjaga anaknya. Bila si manusia sebagai pihak yang diemong mampu peka rasa, bisa mendengarkan bisikan gaib kerisnya yang berupa ide dan ilham dan firasat (dan mimpi), maka orang itu akan dituntun kepada jalan / perbuatan yang mengantarkannya sukses sesuai jenis tuah kerisnya masing-masing dan menjauhkannya dari kesulitan.

Sifat kejiwaan yang seperti itu tidak kita dapatkan dari benda-benda gaib lain. Umumnya orang-orang jawa jaman dulu peka rasa dan batin, sehingga akan mudah penyatuan kebatinannya dengan keris-kerisnya. Itulah juga sebabnya orang-orang jawa jaman dulu, yang peka rasa, dan memahami kejawen, lebih memilih keris daripada benda-benda gaib lain. karena itu Banyak Para Kolektor sering berburu pusaka di alam untuk melestarikan pusaka pusaka peningalan leluhur agar tidak punah dimakan jaman.

Penghalang Penyatuan Keris Pusaka Dengan Pemiliknya

Ada beberapa kejadian keris-keris tertentu sama sekali tidak mau menyatukan dirinya dan tidak mau memberikan tuahnya kepada si manusia pemiliknya. Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa sebab. Sebaiknya kita mengetahui kondisi ini, jangan sampai kita membeli keris dan pusaka yang kondisinya tidak mau menyatu dengan kita, sehingga juga tidak akan bertuah, atau kita sudah terlanjur mengharapkan tuah dari benda-benda pusaka kita, padahal mereka sama sekali tidak bertuah, atau kita melakukan suatu perbuatan yang akhirnya malah menjadikan benda pusaka kita tidak bertuah.

Misalnya, mungkin kerisnya merasa tidak cocok mengikut kepada seorang manusia, seperti keris-keris ber-luk 5 yang merasa tidak cocok untuk mengikut kepada manusia pemiliknya yang bukan keturunan ningrat / bangsawan. Keris-keris ber-luk 5 atau keris-keris keningratan lainnya, biasanya hanya akan diam saja, pasif, tidak memberikan tuahnya dan tidak menunjukkan penyatuannya dengan pemiliknya jika si manusia pemilik keris bukan keturunan ningrat dan tidak menghargai keningratan. Kondisi tersebut menjadikan keris-keris ber-luk 5 dan keris-keris keningratan lainnya sebagai keris-keris khusus yang tidak semua orang cocok memilikinya dan tidak semua orang bisa mendapatkan manfaat dari keris-keris itu.

Atau karena ada masalah dalam etika pemindah-tanganan keris. Misalnya keris tersebut didapat dengan cara mencuri, memaksa, memeras, merampas, dsb, atau ada rekayasa pembodohan / penipuan / tipu-muslihat dalam proses pemindah-tanganan atau dalam proses tawar-menawar mahar keris. Atau pemilikan keris keluarga yang di dalamnya terjadi perebutan warisan antar ahli waris, atau salah satu ahli waris mencuri / menggelapkan pusaka diluar sepengetahuan ahli waris lain.

Jika anda berkenan kepada sebuah keris dan berminat untuk memilikinya, dalam proses tawar-menawar mahar keris sebaiknya anda tidak melakukan tawar-menawar harga sampai semurah-murahnya sampai menimbulkan kesan keris itu barang murahan dan tidak cukup berharga untuk dimiliki. Tingkat penghargaan anda kepada sebuah keris, dan perlakuan sehari-hari dalam pemeliharaan keris dapat berpengaruh pada tinggi atau rendahnya tingkat penyatuan keris dan kadar tuah yang diberikan si keris kepada anda pemiliknya.

Jika si keris merasa “disepelekan”, “direndahkan” atau merasa “terhina” dengan perlakuan anda, bisa jadi keris itu kemudian akan pasif, tidak menunjukkan penyatuannya dengan anda, karena kerisnya tidak bersimpati kepada anda. Kondisi keris yang tidak mau memberikan tuahnya kepada si manusia pemiliknya karena penyebab-penyebab di atas biasanya tidak dapat diperbaiki / diakali dengan pemberian sesaji, atau pun dengan cara lain, selain dibiarkan saja kondisinya seperti itu atau dipindah-tangankan kepada orang lain dan mengganti dengan keris lain yang mau memberikan tuahnya kepada si manusia tersebut.

Dari semua uraian di atas dapatlah dipahami bahwa sebuah keris tidaklah sama dengan benda gaib lain. Keris mempunyai “jiwa” yang akan aktif berinteraksi dengan pemiliknya, karena sejak awal tujuan sebuah keris dibuat adalah untuk menjadi “pendamping” manusia. Karena itu bila kita memiliki sebuah keris, perlakukanlah benda itu seolah-olah dia adalah juga manusia yang memiliki perasaan dan pikiran dan bisa diajak bertukar pikiran / curhat (seolah-olah mempunyai teman dari alam gaib), tergantung kemampuan anda untuk berkomunikasi / berinteraksi dengan sosok gaibnya, dan dia juga dapat mengikuti jalan hidup manusia pemiliknya. Tetapi jika kita hanya menginginkan tuah dari sebuah benda gaib, sebaiknya janganlah kita memiliki keris, lebih baik memilih jenis benda gaib lain sebagai jimat keberuntungan, kesuksesan dan keselamatan.

Source kerisku.id http://www.paseban.org
Comments
Loading...