Cara Mengenakan Keris Dalam Berbusana Adat Jawa

0 446

Andoran salah satu cara mengenakan keris sebagai pakaian kelengkapan Adat Jawa Tengah terutama di Surakarta. Keris diselipkan di sela lipatan sabuk lontong, diantara lipatan kedua dan ketiga. Kedudukan keris tegak, ditengah punggung si pemakai sedangkan hulu dan warangka keris menghadap kekiri. Cara ini dipakai untuk menghadap orang yang dihormati, umpamanya Raja atau berada ditempat yang perlu dihormati seperti mesjid, makam dan sebagainya.

Ogleng atau Angoglengake

Cara memakainya yaitu Keris diselipkan di sela-sela sabuk antara tumpukan kedua dan ketiga dari atas. Letak keris mendoyong ke kanan, ukiran atau warangka tetap mengadah keatas. Cara ini diterapkan bagi si pemakai dalam pergaulan biasa, mendatangi pertemuan atau menjadi tamu dalam peralatan temanten dan lain sebagainya, yang sifatnya dalam suasana senang,gembira dan tidak ada niat mengkhususkan diri menemui seseorang.

Kewal atau Angewal Keris

Cara memakainya adalah dengan cara menyelipkan keris di sela-sela tumpukan sabuk antara larikan kedua dan ketiga. Hanya letaknya mendoyong ke kiri ukiran ata warangka menghadap kebawah. Cara ini pada masa dulu biasa dipakai oleh para prajurit dalam waktu siap siaga dan tidak dibenarkan di waktu hanya baris berbaris.

Sungkeman atau Anyumkemken

Cara memakainya dengan cara menyelipkan keris (pusaka) di sela-sela sabuk yang tumpukannya diatas epek, adapun warangka supaya mepet digaris tumpukan sabuk tersebut, yang berarti gandar bagian atas tidak kelihatan. Adapun ukiran atau warangka menghadap kebawah dan letak keris mendoyong ke kanan. Pada masa dulu mengenakan keris seperti ini hanya untuk mereka yang mengantarkan jenazah.

Brongsong atau Ambrongsong Pusaka (Keris)

Cara memakai atau menyelipkan seperti sikepan, yaitu disela-sela sabuk tetapi di depan, berarti sedikit sebelah kiri atas dari timang. Hanya jangan lupa keris atau pusaka yang dibawa tersebut harus dibungkus warangkanya sampai tidak keliatan dan tidak gampang dibuka pengetrapan itu untuk para utusan yang diperkenakan membawa pusaka raja.

Sikep atau Anyikep Pusaka (Keris)

Cara memakainya tidak diselipkan di sela-sela sabuk belakang, tetapi di sela-sela sabuk arah depan diatas ageman timang sedikit kekiri dan keris mendoyong ke kanan, warangka mengarah kebawah. Pengetrapan ini untuk para ulama yang mengenakan baju jubah.

Source Kerisku.id Tata Cara Mengenakan Keris
Comments
Loading...