3 Filosofi Keris Jawa yang Bisa Kita Resapi Makna Kesuciannya

0 2.540

1. Warangka atau Rangka

Filosofi Keris Jawa

Filosofi keris Jawa yang pertama, ialah warangka, rangka atau sarung keris merupakan bagian (kelengkapan) keris yang memiliki fungsi tertentu. Dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa, bagian warangka inilah yang secara langsung dilihat oleh khalayak umum. Oleh karenanya, warangka ini sering dijadikan indikator status sosial dari pemegangnya.

Dari Warangka ini, kita bisa menarik pelajaran agar selalu merias diri saat ingin keluar rumah. Bagaimanapun juga, seseorang yang terlihat rapi lebih dihargai dimanapun ia berada. Tak perlu menggunakan aksesoris yang berlebih, asalkan rapih kita akan lebih berwibawa.

 

2. Wilah

Filosofi Keris Jawa

Wilah atau wilahan merupakan bagian utama dari sebuah keris, dan juga terdiri dari bagian tertentu yang tidak sama untuk setiap wilahan. Wilahan ini biasa disebut dapur. Namun penamaan ragam bentuk pada wilah-bilah terbagi lagi menjadi banyak nama.

Di bagian Wilah ini, biasanya diletakan corak-corak tersendiri oleh sang pengrajin yang berfungsi untuk membedakan ataupun mengistimewakan antara keris yang satu dengan keris yang lain. Bagi sang pengrajin, proses pengerjaanya membutuhkan ketelitian tersendiri agar menghasilkan wilah yang presisi.

Ketelitian tersebut tentunya menginspirasi kita agar hidup dengan lebih teliti. Di dunia ini, banyak sekali perkara perkara yang samar dan menggoda kita untuk berbelok dari hukum yang sudah digariskan oleh sang pencipta.

Dalam filosofi keris Jawa yang kedua ini, ada pesan tersendiri yang bisa kita teladani. Yakni, jangan sampai kita merasa sedang melakukan perbaikan, tapi sebenarnya kita sedang melakukan kerusakan yang dapat membinasakan diri kita sendiri dimata sang pencipta dan dimata manusia.

3. Luk

Filosofi Keris Jawa

Luk merupakan bagian dari keris yang bentuknya berkelok dari wilah-bilah keris. Dan bila dilihat dengan seksama, bentuknya bisa dibagi kedalam dua golongan besar. Yakni keris yang memiliki Luk lurus serta keris yang bilahnya agak berkelok-kelok atau luk. Masing-masing jenisnya memiliki ciri khas. Sehingga bisa dengan mudah dikenali, dan digunakan oleh para pemakainya.

Begitu juga dengan manusia. Filosofi keris Jawa yang terakhir ini mengajarkan kita agar seharusnya memiliki ciri khas tersendiri. Salah satunya, dengan menempuh pendidikan, sertifikat, gelar di universitas ataupun sebagainya.

Bila kita sudah memiliki ciri khas tadi, kita akan lebih mudah mengabdikan diri kita untuk masyarakat, mencari pekerjaan yang halal, dan dapat berkompetisi secara sehat di dunia pekerjaan.

Source Filosofi Keris 3 Filosofi Keris Jawa yang Bisa Kita Resapi Makna Kesuciannya
Comments
Loading...